Jokowi Pilih Nadiem Jadi Mendikbud, Muhammadiyah Kaget

Jokowi Pilih Nadiem Jadi Mendikbud, Muhammadiyah Kaget

Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fahmi Salim mengaku pihaknya sangat kaget ketika mendengar nama Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Pasalnya, Fahmi menyebut Muhammadiyah memiliki andil besar dalam urusan pendidikan bangsa Indonesia.

Fahmi menerangkan bahwa Muhammadiyah memiliki konsentrasi penuh untuk mengelola pendidikan Indonesia. Muhammadiyah memiliki tugas khusus untuk membuat pelajar sebagai penerus bangsa agar beriman dan bertakwa serta berakhlaq mulia.

Baca Juga

    Paparkan Temuan Rekening Kasino Kepala Daerah, PPATK: Pola Baru Pencucian Uang
    DPR Sebut Fungsi Pengawasan OJK Belum Maksimal
    Bankir Mulai Soroti Ancaman Virus Corona Terhadap Ekonomi Nasional
    DPR: Belum Ada Bentuk Kawasan Industri yang Ideal
    Penerbangan Indonesia-Cina di Bandara Soekarno-Hatta Hari Ini Mulai Ditutup

“Sangat-sangat kaget,” terang Fahmi dalam diskusi bertajuk Kabinet Bikin Kaget di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10/2019).

“Kita merasa bahwa ini sangat bersinggungan dengan hajat yang sangat

besar dan kepentingan yang besar Muhammadiyah ini untuk mengelola pendidikan Indonesia karena masalah bicara tentang moralitas,” sambungnya.

Lantas Fahmi menyebutkan bahwa untuk menjadi Mendikbud bukan hanya fasih berbicara soal teknologi sebagaimana dimaksud Mendikbud kali ini Nadiem Makariem merupakan mantan CEO Gojek Indonesia.

Ia justru khawatir apabila Mendikbud bukan berasal dari Muhammadiyah

malah akan menggiring opini publik kalau pembentukan kabinet ini terlihat asal-asalan.

“Jangan sampai nanti di masyarakat lalu akan muncul persepsi bahwasanya penyusunan kabinet ini dilakukan agak serampangan gitu,” tuturnya.

“Tidak memperhatikan aspirasi, tidak memperhatikan situasi kebatinan rakyat dan stakeholder republik ini ormas Islam,” sambungnya.

Sebelum diganti Nadiem, Mendikbud periode 2014-2019 ialah Muhadjir

Effendi yang berasal dari Muhammadiyah. Kini ia mendapatkan kepercayaan untuk menjabat sebagai Menko PMK.

Menurut Fahmi hal tersebut belum cukup lantaran Menko PMK dinilai tidak strategis.

Baca Juga :