Siswa Tidak Wajib Calistung

Siswa Tidak Wajib Calistung

Usia minimal enam tahun masih menjadi persyaratan utama bagi calon

siswa untuk masuk ke sekolah dasar (SD). Sekolah juga wajib menerima peserta didik yang berusia 7 tahun. Pengecualian usia minimal 6 tahun dapat diberikan paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli 2018.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan peraturan terbaru tentang Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018. Salah satunya calon peserta didik tidak wajib Calistung. Kemampuan membaca, menulis dan berhitung tidak menjadi syarat wajib calon siswa yang akan mendaftar di jenjang SD.

“Iya jadi persyaratan masuk SD usianya yang mencukupi yaitu 6 tahun,

dan kita tidak mengadakan test calistung. Kenapa tidak wajib bisa calislung? Karena usia dibawah 7 tahun itu menurut Kemendikbud masih tahap bermain, otak belum bisa nerima calistung dan hal tersebut juga telah di benarkan oleh psikolog anak,” ujar wali kelas III di SDN Jatiluhur II, Murni Artha Astria.

Menurut guru yang akrab disapa Bu Astri ini,  siswa saat ini bisa saja diberi materi Calistung. Namun, dampak kedepannya kurang baik,” Idealnya, kembalikan hak anak kepada situasi yang sesuai dengan kondisi psikis anak, yaitu seharusnya membaca itu diajarkan di kelas 1 SD bukan saat PPDB malah ditest, ” lanjutnya.

Perlu atau tidak anak mengikuti kegiatan pra sekolah, katanya,

 disesuaikan dengan kondisi dan keadaan, seperti dimana tempat anak itu tinggal atau seseorang yang memberikan stimulasi. Karena pada fase usia 6 tahun, anak mulai melakukan pendidikan formal. Dimana mereka sudah ada aturan yang jelas, yaitu belajar di dalam kelas dan tidak lagi banyak main-main walaupun masih ada sisi bermainnya.

“Peran orangtua itu sangat penting.  Semestinya mereka mengetahui tahap tumbuh kembang anak. Jangan pernah menutup telinga terhadap hal-hal yang sifatnya baik dan sesuai dengan kebutuhan anak,” tutupnya. 


Sumber :

https://ruangseni.com/